Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Tawasuul malam minggu 29 sept 2019

Persiapan Tawasulan malam minggu 29 September 2019 sangat senang dan gembira karena selalu bisa melaksanakan tawasullan setiap malam minggu . banyak makna yang tersirat dalam tawasullan kali ini . alhamdullillah terlaksana dengan sukses dan mudah mudah berkah untuk kita semua amiin

persiapan tawasulan

Pengurus pesanggrahan keramat sedang mendiskusi kegiatan malam jumat keliwon. karena akan di adakan acara tawasullan di malam tersebut

Jejak Para Wali di Masjid Tertua di Semarang

Suara azan terdengar nyaring di perkampungan pada penduduk di Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (7/5/2019). Suara azan itu berasal dari sebuah masjid yang diberi nama oleh warga sekitar sebagai Masjid Taqwa. Sepintas masjid yang terletak di permukiman padat penduduk itu tak berbeda dengan masjid lainnya. Masjid bercat putih yang terdiri dari dua lantai itu juga ramai dikunjungi umat Muslim yang ingin beribadah, terlebih saat bulan Ramadan seperti saat ini. Namun, siapa sangka jika masjid yang terletak tak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan Mal Paragon itu memiliki catatan sejarah yang panjang. Bahkan, konon masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Kota Semarang, bahkan di Jawa Tengah (Jateng).Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu, Ahmad Arief, menuturkan konon Masjid Sekayu memang merupakan masjid tertua di Semarang. Berdasar catatan sejarah yang ia peroleh, masjid itu dibangun pada tahun 1413 atau 66 tahun lebih awal dibanding Masjid Agung De...

Jejak Para Wali

                                        JEJAK PARA WALI DI BAWEAN Maulana Umar Mas'ud bukanlah yang pertama menyebarkan Islam ke Bawean. Sebelumnya, ada jejak Wali Songo yang pernah singgah di Pulau Bawean sekitar 1460 Masehi, yaitu Sunan Bonang. Karena itu, selain ada di Tuban, makam Sunan Bonang juga terdapat di Bawean, tepatnya di Kecamatan Tambak. Setelah Sunan Bonang, ada juga seorang wali perempuan yang menyebarkan Islam di Bawean bagian utara, yaitu Wali yah Zainab (1580 Masehi). Dia merupakan cucu dari Sunan Sendang Dhuwur Paciran Lamongan yang menikah dengan cucu Sunan Giri yang bernama Pangeran Sedo Laut. Waliyah Zainab awalnya datang ke Pulau Bawean bersama suami dan kerabatnya. Namun, sayangnya, suami dan kerabatnya meninggal dunia di tengah laut setelah perahunya tenggelam. Dari musibah itu yang selamat hanya dua orang, yaitu Waliyah Zainab dan seorang pembantunya...